Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Have you done Self-Promotion as Personal Branding?

Keep your head down! Don't be arrogant! Stop showing off! Nobody likes a bragger! We often heard the words above from our society. But we have to realize that's not quite right even they said it the most. Let me introduce what self promotion is. Self  promotion is about educating the relevant people about skills and value that you can bring to the organization. So people can make the best possible choice in terms of recruiting you and knowing that you're the best person for the job. Sel promotion also a process to looking at what's you do everyday, analysing the skills you have, what you did, and using them to further yourself. It's absolutely essential, fundamental to succeding in careers. One of the biggest misconceptions around self-promotion is that it's to brag.  The action of promoting or publicising oneself or one actions, especially in a forceful way. Universally, lots people fear self-promotion and severals told that they hear a parental voice saying ,&

Fenomena FOMO yang Menjangkit Kaum Millenials Indonesia

Pernah mendengar istilah FOMO? Istilah ini sudah tidak asing lagi di Indonesia terutama di kalangan millenials. Di Indonesia sendiri, terdapat sebanyak 5,1 juta millenials di sejumlah kota-kota besar. Damar (Pegiat Sosial) mengatakan sebanyak 68% generasi millenial Indonesia terjangkit FOMO. FOMO merupakan akronim dari Fear of Missing Out yang memiliki arti takut tertinggal. Pada umumnya FOMO merupakan gejala psikologis yang dialami seseorang ketika mereka melakukan sesuatu bukan karena menyukainya, melainkan mengikuti trend yang sedang terjadi di masyarakat dimana biasanya tersebar melalui media sosial. Gejala ini bisa menjangkit semua kalangan, pun gender. Seseorang yang mengalami FOMO cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang rendah sebab ia akan bergerak mengikuti anomali dan terus membandingkan diri dengan orang lain yang dilihatnya di media sosial. Gejala ini tentu saja tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak terhadap aspek budaya, sosial, dan ekonomi. Berbicara mengenai